Jangan Lupakan Hakikat (diberikanya akal dan pikiran) Manusia


Berawal dari keyakinan terhadap apa yang dirasakan oleh seorang manusia kepada kehidupan yang dijalaninya, menjadikan manusia lupa akan apa yang didapatkan dari Tuhannya. Bermula dari terlalu mementingkan dirinya daripada lingkungan yang diberikan oleh Allah kepadanya, menjadikan manusia memperlakukan lingkunganya seperti “musuh” yang harus dihancurkan secara perlahan. Berawal dari ketidak pekaan rasa adaptasinya manusia, menjadikanya selalu merasa dikucilkan dan dimusuhi oleh makhluk lainnya, padahal belum tentu semuanya akan terjadi hal semacam itu.

Manusia diberikan oleh Allah berupa akal dan pikiran, dan dua hal itulah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya yang Allah ciptakan. Namun, manusia masih kurang puas akan keduanya, bahkan manusia melupakan bahwa manusia mempunyai keduanya. Adanya akal dan pikiran harusnya menjadikan manusia  bisa berpikir bebas (kreatif, inisiatif, baik-benar dan cerdas) dalam menghadapi persoalan dalam kehidupan yang akan dilaluinya. Manusia harus lebih bisa menjadikan apa yang ada disekitarnya sebagai ayat-ayat yang dapat menjadikannya berfikir dan mempunyai kepekaan rasa adaptasi yang lebih baik dari makhluk lainnya.

Munculah pertanyaan “apa yang dapat manusia lakukan untuk lingkungan hidupnya?”, pertanyaan tersebut mungkin pertanyaan yang sering didengar bahkan mungkin sangat sering didengar, tapi apakah manusia sudah menemukan jawaban yang pasti dan dapat mempertanggungjawabkan jawabannya?. Bagi manusia, seharunya pertanyaan tersebut menjadikannya harus bahan untuk instrofeksi diri ketika akan menjalankan kehidupan hari esok, pertanyaan tersebut harusnya dijawab setiap manusia menjalankan proses ibadah kepada Tuhannya, karena yakin dapat menjadikan manusia mendapatkan jawaban dari pertanyaan itu.

Ketika terjadi bencana alam, banyak manusia mengatakan bahwa “alam marah” kepadanya. Tapi apakah pernah terpikirkan, sebenarnya siapa yang sedang marah?, apakah memang alam? Atau Tuhan yang sedang marah kepada manusia?. Seharusnya manusia bisa menjawab bahwa Allah sebagai Tuhan manusia sedang marah, dan kemarahaNya diperantarai oleh alam. Lalu kenapa Tuhan marah kepada manusia?, jawabannya adalah karena manusia tidak menggunakan akal dan pikiranya secara baik dan benar, menggunakannya dengan tidak dilandasi kecerdasan ketika membaca ayat-ayat Tuhan yang sangat dengan jelas dihadapkan kepadanya.

Sesuatu yang terjadi semuanya pasti ada sebab yang nantinya memunculkan akibat. “Kemarahan alam” yang terjadi seperti bencana misalnya gunung berapi meletus, banjir, dan angin topan merupakan ayat-ayat Tuhan yang patut kita pikirkan sebab dan hikmah dibaliknya. Jangan sekali-kali manusia mengabaikan ayat-ayat yang Allah perjelas kepadanya, jangan sekali-kali manusia mengingkari banyaknya nikmat melalui ayat-ayat nikmat yang diberikaNya.

Salah satu ayat al-Qur’an menjelaskan bahwa “barang siapa yang akan mensyukuri nikmat Allah, maka Allah akan menambah nikmatnya, dan barang siapa mengingkari nikmatNya maka Allah akan memberikan adzab yang pedih“. Bila dianalogikan dengan bencana yang terjadi, maka dapat dikatakan bahwa penyebabnya adalah manusia tidak bersyukur dengan nikmat yang diberikan seperti eksploitasi alam secara berlebihan, membuang sampah sembarangan, polusi yang semakin hari semakin bertambah, dan masih banyak hal lainnya.

Jadilah manusia yang peka terhadap ayat-ayat yang Allah berikan melalui lingkungan yang manusia jadikan sebagai tempat tinggal dan tempat untuk beraktifitas. Jadilah manusia yang dapat mensyukuri nikmat yang Allah berikan dengan menjaga lingkungan (alam). Jadilah manusia yang dapat mempertanggung jawabkan pemberian (akal dan pikiran) dari Allah untuk makhluk hidupNya terutama yang ada di dunia.

(036)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s